Taipei Main Station - New Naratif

Hari Minggu di Taipei Main Station

Pada sebuah hari Minggu di bulan Oktober 2018, para pekerja migran Indonesia duduk bersama di lantai halaman utama Taipei Main Station, stasiun kereta utama di ibu kota Taiwan. Banyak yang membawa minuman botolan dan makanan dalam kotak styrofoam untuk dinikmati bersama teman-teman mereka. Di salah satu pojokan stasiun, sekelompok orang Indonesia  tengah merayakan ulang tahun seorang pekerja dengan tumpeng yang dihiasi lilin menyala. Di tempat lain, ada kelompok yang tengah menyantap makanan menggunakan tangan, lengkap dengan kerupuk bawang. Sedangkan beberapa orang lainnya berpose dan mengambil swafoto bersama menggunakan tongkat narsis yang mereka bawa.

Setiap hari Minggu, ini adalah pemandangan yang terbilang umum di Taipei Main Station. Karena terletak di pusat kota, stasiun ini menjadi tempat berkumpul yang populer. Mengingat stasiun ini juga melayani berbagai rute kereta di Taiwan, hal tersebut memudahkan para pekerja migran dari luar Taipei untuk berkumpul dengan sesama pekerja migran di hari libur.

New Naratif menemui seorang perempuan petugas informasi Taipei Main Station asal Jakarta yang telah menetap di Taiwan sekitar sepuluh tahun lalu. Ia memberitahu bahwa beberapa pekerja migran berangkat dari Taiwan bagian tengah dan selatan, seperti Taichung dan Kaohsiung, menuju Taipei Main Station, kemudian kembali ke kota tempat mereka bekerja pada hari yang sama. Perjalanan pulang-pergi yang diburu waktu ini menjadi suatu keharusan karena para pekerja hanya mendapatkan jatah libur di hari Minggu. Namun mereka masih dapat merasa beruntung; banyak pekerja lainnya yang mendapat jatah hari libur lebih sedikit, seperti satu bulan sekali.

Members only

Log in or

Join New Naratif as a member to continue reading


We are independent, ad-free and pro-democracy. Our operations are member-funded. Membership starts from just US$5/month! Alternatively, write to [email protected] to request a free sponsored membership. As a member, you are supporting fair payment of freelancers, and a movement for democracy and transnational community building in Southeast Asia.

Bookmark (0)
ClosePlease login

Related Articles