Hello!

Stay up to date with New Naratif’s latest stories and upcoming events with our weekly newsletter. No spam, just good content.

* indicates required

Ekologi Queer: Undangan untuk Menulis Flash Fiction

TENGGAT WAKTU DIPERPANJANG: Dibuka sampai 9 Desember 2022

Versi sebelumnya dari artikel ini menyatakan tenggat waktu undangan ini pada tanggal 25 November. Kami memperpanjang tenggat waktu ini sebanyak dua minggu dan baru akan menutupnya pada hari Jumat, 9 Desember 2022 pukul 22.59 WIB.

“Kami berdaya karena kami bertahan, dan inilah arti dari semua ini—bertahan dan bertumbuh.”

Audre Lorde

DI ASIA TENGGARA—serta di banyak wilayah Asia dan seluruh dunia—kolonialisme telah menoreh luka dalam bentuk kejahatan anti-LGBT. Banyak adat istiadat dan tradisi asli Asia Tenggara yang ramah queer dihapus atau dikesampingkan sementara kita berusaha mengejar peradaban Barat. Sementara, lingkungan alam kita jadi makin rapuh karena kita dipaksa menggunduli hutan dan tanah leluhur demi perkebunan industri.

Kejahatan ini terus terjadi hingga hari ini. Sentimen anti-LGBT amat marak di Asia Tenggara, sementara perkebunan industrial merusak alam kita, menyebabkan migrasi massal dan mengenyahkan orang adat dari tanah mereka. Keberadaan praktisi Đạo Mẫu, pendeta Bissu, patung-patung suci Ardhanarishvara, para penari dengan ekspresi gender berbeda, dan lain sebagainya, serta berbagai petuah adat yang menekankan rasa bakti pada alam, tidak mencegah terjadinya penindasan dan eksploitasi yang terus berlangsung setiap hari.

Di seri Flash Fiction kali ini, kami mengundang para penulis Asia Tenggara untuk menceritakan cerita-cerita fiksi (atau cerita nyata yang difiksikan) tentang persilangan antara perjuangan queer dan perjuangan lingkungan hidup. Contoh-contoh tema yang kami cari kurang lebih sebagai berikut:

  • budaya adat serta bagaimana adat istiadat ini berhubungan dengan kehidupan queer dan perawatan alam;
  • eksploitasi ekologi dan supresi budaya queer;
  • bagaimana ekologi sejatinya adalah bidang disiplin queer;
  • komunitas queer sebagai garda depan perlindungan ekologi;
  • dll.

Kami mengundang para penulis untuk menciptakan karya sepanjang 300 sampai 500 kata, yang bisa ditulis dalam berbagai format. Prosa standar, percakapan, korespondensi email, transkrip wawancara, berita fiksi—terserah. Cerita ini bisa dikemas dengan genre apa pun, dari fantasi, fiksi ilmiah, sampai slice of life. Seperti kutipan dari Audre Lorde di atas, kami lebih suka cerita yang penuh harap, namun ini juga bukan batasan untuk apa yang bisa Anda tulis.

Kirim naskah Anda lewat email di alamat pitches@newnaratif.com paling lambat Jumat, 9 Desember 2022, pukul 22.59 WIB. Pengirim yang terpilih akan diberitahu paling lambat Senin, 19 Desember pukul 22.59 WIB. Kami menerima naskah dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Kami membaca semua kiriman, namun karena banyaknya naskah yang kami terima, kami mungkin tidak akan merespon semuanya. Jika Anda tidak menerima berita apa pun dari kami di batas waktu yang telah ditentukan, kami mohon maaf karena belum memilih cerita Anda untuk ditayangkan.

Paling banyak delapan naskah akan menjalani proses penyuntingan dan pengembangan sepanjang bulan Desember. Naskah akan diterbitkan di situs kami di Februari 2023, juga dalam format audio beberapa bulan setelahnya.

Kami tidak sabar ingin menyuarakan perjuangan interseksional kita.


Semua Cerita

Baca koleksi Flash Fiction New Naratif dari musim sebelumnya, Membayangkan Kembali Asia Tenggara.