Saat tujuh penyanyi, grup musik pengiring, dan paduan suara memulai lagu pembuka mereka, layar besar di belakang mereka menyala saat itu juga dan menyorot instrumen dan wajah-wajah yang riang gembira. Kamera-kamera yang tergantung di pilar jib crane di atas kepala para jemaat, mencari tambahan objek yang akan disorot—badan mereka bergoyang mengikuti irama musik, mata tertutup dalam posisi berdoa sambil tangan menengadah ke atas untuk merayakan. Intinya, mereka bersuka cita.

Selamat datang di kebaktian Minggu di Star Performing Arts Centre yang berkapasitas 5.000 orang, tempat salah satu gereja terbesar yang terkenal di Singapura, Gereja New Creation. Pada saat tidak ada kebaktian, ruangan ini berfungsi sebagai tempat pertunjukan komersial. Dari luar, tampak auditorium yang dilapisi eksterior kaca pada di bagian atas mal raksasa Star Vista itu, seperti pusat komando pesawat ruang angkasa. Setiap hari apapun dalam sepekan, di sini, anda bisa mengunjungi berbagai restoran terkenal dan menikmati tempat berbelanja di berbagai toko ritelnya. Gereja New Creation, yang melayani 30,000 jemaat dan merupakan investasi gabungan dengan mall oleh pengembang CapitaLand, secara mencolok mempertunjukkan Evangelikalisme yang sedang berkembang dan keberadaan mereka dipermudah dengan adanya konsumerisme dan modernitas.

Members only

Log in or

Join New Naratif as a member to continue reading


We are independent, ad-free and pro-democracy. Our operations are member-funded. Membership starts from just US$5/month! Alternatively, write to sponsorship@newnaratif.com to request a free sponsored membership. As a member, you are supporting fair payment of freelancers, and a movement for democracy and transnational community building in Southeast Asia.

Teguh Harahap

Teguh Harahap is a freelance writer and translator based in Medan, Indonesia. Previously he worked as the editor of Koran Kindo, a weekly newspaper for Indonesian migrant workers based in Hong Kong.