Labirin Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Imigran di Semenanjung Malaysia

Rumitnya akses ke sekolah dasar dan menengah bagi pengungsi di Semenanjung Malaysia telah menyedot perhatian publik. Namun, dengan sejumlah pengungsi yang berhasil lulus sekolah menengah, sebuah pertanyaan yang tidak kalah penting pun muncul: Apa selanjutnya?

“Apa kau ingat aku pernah berjanji akan mengajakmu makan dimsum?”

Setelah menerima rapor akhirnya di tahun 2020, Zahra* mendapat teks WhatsApp dari dosen Teknik Biomedis-nya, Dr Amal*, yang Zahra panggil dengan panggilan akrab cikgu, artinya “guru” di bahasa Melayu. Dosen tersebut mengajak merayakan akhir tahun ajaran dengan dimsum dan pencuci mulut di Hotel Marriott di Putrajaya.

Members only

Log in or

Join New Naratif as a member to continue reading


We are independent, ad-free and pro-democracy. Our operations are member-funded. Membership starts from just US$5/month! Alternatively, write to [email protected] to request a free sponsored membership. As a member, you are supporting fair payment of freelancers, and a movement for democracy and transnational community building in Southeast Asia.

Bookmark (0)
ClosePlease login

Related Articles