Indigenous Communities - New Naratif

Pemilu dan Kekecewaan Masyarakat Adat Indonesia

2014 merupakan tahun penting bagi Masyarakat Adat di Indonesia. Kala itu, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyatakan program untuk Masyarakat Adat dalam visi-misi pencalonan mereka; ini adalah kali pertama Masyarakat Adat dicantumkan dalam dokumen resmi salah satu pasangan calon dalam pemilihan Presiden Indonesia.

“Untuk pertama kalinya—dan belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia—kami dianggap ada dan diletakan sebagai agenda prioritas, [maka] kami sambut baik pada saat itu,” ucap Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi saat memaparkan sebuah catatan akhir tahun mengenai Masyarakat Adat  di Jakarta, Desember 2018 lalu.

Masyarakat Adat meyakini Jokowi dapat menjembatani diri mereka dengan Negara mengingat selama ini keduanya tidak memiliki hubungan baik. Rukka bahkan menyatakan bahwa ia akhirnya pertama kali menggunakan hak pilihnya pada tahun itu: “Untuk pertama kalinya, jari saya kena tinta pemilu. Saya percaya beliau [Jokowi] pada saat itu,” imbuhnya.

Members only

Log in or

Join New Naratif as a member to continue reading


We are independent, ad-free and pro-democracy. Our operations are member-funded. Membership starts from just US$5/month! Alternatively, write to [email protected] to request a free sponsored membership. As a member, you are supporting fair payment of freelancers, and a movement for democracy and transnational community building in Southeast Asia.

Bookmark (0)
ClosePlease login

Related Articles