Di halaman rumahnya yang luas, Hj Badaria sibuk merawat sejumlah tanaman sebagai bahan membuat bedak basah. Berbagai tanaman tersebut, yang tumbuh di sela-sela tanaman hias lain, memiliki nama seperti daung bunga putih (daun bunga putih) serta daung bolong (daun hitam berlubang).

Hj Badaria pertama kali membuat bedak basah—yang secara tradisional digunakan untuk melindungi diri dari sengatan matahari—setelah Mina Cade, saudara emaknya, wafat pada tahun 1999.

Hj Badaria dengan bahan dasar untuk membuat bedak basah.

Sebelumnya, Mina Cade dikenal luas penghuni Desa Kabba di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, sebagai ahli pembuat bedak basah. Kemasyhuran Mina Cade bahkan mencapai sejumlah desa tetangga hingga ia memperoleh gelarnya sendiri: sanro pabbura bingkasa, atau seorang tabib yang ahli mengobati perempuan usai melahirkan. Ia juga dapat mengobati orang-orang dengan gejala penyakit lain, seperti memuntahkan darah secara misterius hingga tampak kelelahan tanpa alasan jelas.

Members only

Log in or

Join New Naratif as a member to continue reading


We are independent, ad-free and pro-democracy. Our operations are member-funded. Membership starts from just US$5/month! Alternatively, write to sponsorship@newnaratif.com to request a free sponsored membership. As a member, you are supporting fair payment of freelancers, and a movement for democracy and transnational community building in Southeast Asia.